Michaelorstedsatahi’s Blog

June 24, 2011

Resesi Ekonomi di Indonesia

 

Penyebab Resesi Ekonomi di Indonesia

Indonesia sebenarnya hanya merupakan korban dari resesi yang mengguncang Amerika sebagai raksasa dunia. Pengaruh resesi Amerika masuk ke Indonesia melalui bursa efek dan sektor riil. Melalui sektor riil, Amerika merupakan negara yang menyerap hampir 10 persen ekspor Indonesia atau terbesar kedua setelah Jepang, ini tentunya akan mengganggu volume ekspor Indonesia serta meruntuhkan perusahaan-perusahaan di Indonesia yang bergantung pada ekspor ke Amerika. Lemahnya ekspor akan menekan produksi di sektor riil, yang kemudian bisa menekan sektor keuangan.

 

Pengaruh Resesi Ekonomi bagi Indonesia

Dampak krisis keuangan global terhadap Indonesia secara umum ada tiga hal

Pertama, gonjang-ganjing kurs dolar akan langsung memukul sehingga kurs dolar akan mengakibatkan rupiah melemah dan akan memukul ekspor-impor kita.

Kedua, dari sisi tingkat suku bunga. Dengan gonjang-ganjing dolar ini, suku bunga juga akan naik karena Bank Indonesia akan menarik rupiah ke dalam. Akibatnya adalah inflasi  akan meningkat. Dampak terhadap bank syariah adalah menjadi kurang kompetitif.

Ketiga, gabungan kurs dolar tinggi dan suku bunga baik berdampak dua hal. Investasi di sektor riil dalam akan ada yang batal. Dampak lainnya, investasi di saham. Banyak orang yang keluar dari bisnis saham pasar modal.

Di awal-awal krisis, yang secara kasat mata terimbas krisis adalah bursa efek Indonesia yang rontok. Ketika bursa di Amerika dan Eropa turun hingga empat persen, Indonesia terpangkas dua kali lipatnya bahkan hingga 10 persen.

Transmisi dampaknya ke sektor riil mungkin lebih parah ketika rupiah kemudian melemah terhadap dolar AS. Para pengusaha akan kesulitan likuiditas. Akibat yang mungkin terjadi juga Indonesia dijadikan sasaran dumping barang-barang ekspor dari negara-negara lain seperti Cina. Jika barang-barang yang semula akan diekspor ke AS kemudian batal karena terjadi resesi, maka yang harus dikhawatirkan adalah jika masuknya barang-barang itu ke Indonesia dilakukan secara ilegal.

 

Kebijakan Pemerintah Indonesia untuk Mengatasi Resesi

Dampak dari resesi ekonomi itu bisa berimbas pada neraca pembayaran dari sisi ekspor maupun impor, serta pengaruh pada pasar saham dan pasar uang. Namun, dari beberapa dampak yang sudah bisa diidentifikasi, pemerintah sudah melakukan berbagai kebijakan fiskal. Kebijakan itu antara lain penurunan bea masuk, pemberian subsidi dan menciptakan insentif agar perusahaan atau sektor usahanya tidak terbebani terlalu besar. Sedangkan di bidang moneter keputusan yang diambil Bank Indonesia (BI) adalah mempertahankan suku bunga acuan BI rate di level 9,5.  Hal tersebut dilakukan BI agar bisa mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan upaya menjaga stabilitas moneter. Di Indonesia, tekanan inflasi mulai mereda, meskipun laju inflasi masih cukup tinggi mencapai 11,77% year on year. BI tidak mengubah BI rate dengan memprioritaskan menahan ekspektasi inflasi serta menjaga kurs rupiah agar tidak melemah makin dalam.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: