Michaelorstedsatahi’s Blog

June 18, 2011

PERSEDIAAN

Persediaan merupakan salah satu perkiraan yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan manufaktur dan pengecer karena pengaruhnya terhadap modal kerja dan laba kotor di mana penetapan jumlah persediaan dapat melibatkan beberapa perhitungan yang sangat komplek dalam proses akuntansi suatu perusahaan. Di samping itu, persediaan sangat rentan terhadap kekeliruan pendekatan dan pelaporan (memiliki resiko bawaan yang tinggi) yang seringkali membutuhkan prosedur audit ekstensif jika jumlahnya material.

 

Tujuan Audit Persediaan

  1. Untuk menentukan bahwa jumlah persediaan yang ditunjukkan dalam laporan keuangan telah disajikan secara keseluruhan (kelengkapan) baik jumlah unit di gudang, dalam perjalanan atau konsinyasi (keterjadian).
  2. Untuk menentukan bahwa persediaan telah dihitung secara wajar pada tingkat biaya atau harga pasar terendah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum yang diterapkan secara konsisten (penilaian).
  3. Untuk menentukan bahwa persediaan benar-benar dimiliki perusahaan dan bahwa penggadaian atas persediaan telah diungkapkan secara wajar (hak dan pengungkapan).
  4. Untuk menentukan bahwa setiap kelebihan, atau keterlambatan, atau hal-hal dengan tujuan khusus telah dinilai dan diklasifikasikan secara wajar (penilaian dan pelaporan).

 

Prosedur Audit dan Kertas Kerja

Prosedur Analisis

                Beberapa perbandingan dalam hal persediaan yang cukup dapat diandalkan dalam prosedur analisis :

  1. Rasio laba kotor tahun berjalan dan tahun sebelumnya.
  2. Perputaran persediaan (inventory turnover) pada tahun berjalan dan tahun sebelumnya.
  3. Persediaan dan biaya penjualan (cost of sales) pada tahun berjalan dengan anggaran tahun berjalan dan realisasi tahun sebelumnya.
  4. Standard dan biaya per unit dari persediaan mayoritas pada tahun berjalan dan tahun sebelumnya.

Variasi yang signifikan dan tidak biasa memberikan tanda pada auditor bahwa kemungkinan telah terjadi kesalahan berupa penghitungan yang tidak konsisten (keberadaan), penentuan harga jual, termasuk keusangan produk (penilaian), atau pelaporan (kelengkapan) atas persediaan.

 

Assertions

Examples of internal control policies and procedures

Ex. Of substantive test

1. Existence

 

 

 

2. Rights

 

 

3.Completeness

 

 

4. Valuation

 

 

 

 

5. Presentation

1.Pemeliharaan terhadap setiap system persediaan perpetual yang efektif dengan perhitungan tes periodic oleh auditor internal

2.Pengendalian lingkungan perusahaan ( memerlukan persetujuan board dalam penjaminan persediaan

3.Membutuhkan sejumlah laporan penerimaan untuk dihitung dan dicocokan dengan faktur dari rekanan

4.Pemeliharaan terhadap system akuntansi biaya yang terintegrasi dengan periode investigasi dari variances

5.Pengendalian lingkungan ( memberi pelatihan yang memadai bagi karyawan agar menguasai peraturan dalam pencatatan persediaan yang sesuai dengan GAAP )

1. Observasi terhadap perhitungan fisik persediaan dan rekonsiliasi dari tes tersebut dengan pencatatan perpetual persediaan.

2. Menanyakan dan mengecek kembali catatan direksi serta kesepakatan pinjaman sebagai bukti penjaminan

3. Menguji pembelian dan pengeluaran persediaan telah dicatat sesuai prosedur penerimaan cutoff

4. Mengecek faktur rekanan, catatan pembayaran, dan kertas kerja biaya overhead

 

5. Membandingkan pengungkapan di dalam laporan keuangan dengan peraturan GAAP

 

 

 

 

Observasi atas Persediaan

Prosedur utama untuk mengaudit keberadaan persediaan adalah pengamatan/observasi atas persediaan. Klien memiliki tanggung jawab untuk melakukan penghitungan fisik persediaan secara akurat. Auditor mengamati penghitungan ini untuk meyakinkan diri bahwa prosedur penghitungan yang dimiliki telah dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh klien sehingga hal ini merupakan jaminan yang sangat beralasan atas jumlah akhir penghitungan persediaan.

Sebelum melakukan penghitungan fisik, auditor harus meninjau instruksi tertulis klien atas persediaan, hal ini dilakukan untuk menyesuaikan ruang lingkup prosedur pengamatan yang harus dilakukan atas persediaan. Meskipun pengujian terhadap pencatatan jumlah persediaan telah menyediakan bukti-bukti yang aktual namun hal ini tetap saja tidak dapat mencegah adanya tambahan jumlah yang dicantumkan atau adanya kartu persediaan yang berisi unit-unit fiktif. Untuk mengantisipasi kecurangan semacam ini, auditor harus menghitung seluruh kertas atau kartu persediaan baik yang digunakan maupun tidak. Kemudian auditor harus menetapkan bahwa persediaan yang dilaporkan merupakan persediaan yang tercatat secara aktual dalam kartu persediaan yang digunakan tanpa adanya penambahan apapun. Selama melakukan pengamatan atas persediaan, auditor juga harus memperhatikan adanya keusangan, kelebihan, atau kelambatan arus persediaan (penilaian).

Prosedur audit atas pengamatan terhadap persediaan biasanya dilaporkan dalam sebuah memorandum yang memuat langkah-langkah auditor dalam menentukan jumlah persediaan yang benar, pendapat auditor mengenai penghitungan persediaan klien, permasalahan yang mungkin timbul karena adanya persediaan yang telah usang dan kelambatan arus persediaan, dan pemasalahan yang timbul selama proses audit.

 

Inventories Held by Others

Jika persediaan berada di tangan pihak lain seperti gudang umum atau custodian lainnya dalam jumlah yang signifikan, auditor dapat memutuskan untuk melakukan pengujian langsung atau meminta konfirmasi. Publik meyakini bahwa pengetahuan auditor lebih kompeten daripada pengetahuan pihak ketiga. Apabila prosedur konfirmasi yang digunakan untuk menemukan bukti-bukti terhadap keberadaan persediaan, auditor dapat mempergunakan prosedur tambahan seperti menginvestigasi pengendalian internal klien yang digunakan terhadap aktivitas pergudangan, peninjauan laporan pengendalian internal pergudangan yang disiapkan akuntan lainnya atau mengobservasi perhitungan fisik pada gudang.

 

Inventory Cutoff Tests

Inventory Cutoff, menentukan item fisik dan hubungan biaya yang diperlakukan pada sikap konsistensi (completeness). Contohnya, dalam  Finished Good cutoff untuk menemukan apakah item termasuk  dalam persediaan adalah dikeluarkan dari penjualan, dan sebaliknya. Nomor pengiriman, deskripsi, jumlah , dan tanggal pengiriman didapatkan dari catatan Depatemen Pengiriman selama observasi persediaan.

Auditor melakukan tes yang sama dari Raw Materials yang diterima. Tujuannya adalah menentukan apakah barang tersebut diterima dekat akhir tahun dan termasuk dalam persediaan sehingga dicatat sebagai pembelian dan A/P. Semua barang yang termasuk dalam laporan penerimaan subsequent dicatat sebagai pembelian untuk tahun berikutnya.

Meskipun titik dimana penyerahan sah barang menentukan kapan pembelian atau penjualan dicatat, hal ini sering diabaikan untuk transaksi immaterial yang rutin. Tanggal penerimaan atau pengiriman barang atau termin muat barang adalah normalnya tanggal dicatatnya jual/beli.

 

 

 

 

Tests of Inventory Pricing

Meninjau cara penilaian persediaan yang digunakan oleh pihak klien telah dilakukan dengan benar. Penghitungan penilaian persediaan dengan menggunakan metode LIFO berdasarkan nomor indeks harga dari layer persediaan. Penilaian Finished Good berdasarkan metode FIFO atau Average Cost dapat detentukan dengan menggunakan job-order, proses, atau biaya standar. Auditor juga harus memastikan biaya tersebut tidak melampaui nilai pasar.

 

Tests of Summarization

Tes dari jadwal summary persediaan klien terdiri dari :

(1)     Melacak jumlah fisik.

(2)     Menelusuri harga nilai

(3)     Meninjau pengukuran per unit

(4)     Menguji perhitungan dari jumlah harga waktu

(5)     Menambahkan jumlah harga dari persediaan

 

Summary of Important Substantive Tests for Inventory

 

  • Melakukan prosedur analitis
  • Mengamati penghitungan klien atas kuantitas persediaan dan melakukan tes perhitungan.
  • Akun untuk dan kontrol tambahan atau daftar persediaan
  • Tes cutoff penerimaan dan pengiriman persediaan.
  • Tes penilaian persediaan untuk menetapkan konsep Locom yang digunakan.
  • Tes Ringkasan Inventori
  • Meninjau keusangan, kelebihan, perpindahan lambat persediaan dengan menyelidiki, mengawasi, dan meninjau catatan persediaan perpetual
  • Mencari persediaan yang dijaminkan dengan meninjau minut, instrumen debt, dan konfirmasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: