Michaelorstedsatahi’s Blog

May 5, 2011

Instrumen Ekuitas

IAS 32 berurusan dengan apakah suatu instrumen yang dikeluarkan oleh suatu entitas harus diklasifikasikan sebagai hutang atau ekuitas. Prinsip mendasar adalah bahwa pada pengakuan awal itu diklasifikasikan baik sebagai kewajiban keuangan, atau sebagai instrumen ekuitas.
Bagian ini merupakan kesepakatan apa yang dimaksud dengan instrumen ekuitas. Hal ini juga mencakup perlakuan:
• Instrumen yang menghasilkan sebuah perusahaan memberikan saham sendiri (seperti opsi saham), atau menerima saham sendiri
• “Treasury saham” – instrumen ekuitas sendiri itu perusahaan yang telah dibeli kembali, dan
• Instrumen keuangan majemuk, yang sebagian hutang dan ekuitas sebagian

Definisi

1. Instrument keuangan, merupakan setiap kontrak yang menambah nilai asset keuangan, kewajiban keuangan atau instrument ekuitas entitas lain.
2. Aset keuangan , terdiri dari :
a. Kas
b. Instrumen ekuitas entitas lain
c. Hak kontraktual
i. Untuk menerima kas atau ase keuangan lainnya dari entitas lain
ii. Untuk mempertukarkan asset keuangan atau kewajiban keuangan dengan entitas lain dengan kondisi
yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut
d. Kontrak yang memungkinkan diselesaikan dengan menggunakan instrument ekuitas yang diterbitkan oleh
entitas dan merupakan:
i. Non derivative, di mana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang
bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbutkan; atau
ii. Derivative, yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau asset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrument ekuitas yang diterbitkan entitas. Untuk tujuan ini, instruen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut tidak termasuk instrument yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrument ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut di masa depan.

3. Korporasi atau Perseroan Terbatas
Korporasi atau perseroan terbatas ialah sebuah entitas yang memiliki landasan hukum yang terpisah dari pemiliknya dan dapat terlibat langsung dalam usaha. Pada saat perseroan terbatas berdiri, biasanya di terbitkan satu jenis saham yang disebut saham biasa (common stock). Perusahaan kemudian menyadari adanya keuntungan dengan menerbitkan satu saham atau lebih jenis saham lainnya dengan prioritas hak hak tertentu yang melebihi saham biasa disebut saham preferen (preferred stock).
4. Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah bukti kontrak yang minat sisa dalam aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajibannya. Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hal residual atas asset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya.
Instrumen adalah suatu instrumen ekuitas jika, dan hanya jika instrumen tersebut tidak mencakup kewajiban kontraktual:
• untuk memberikan kas atau aset keuangan lain ke entitas lain, atau
• untuk bertukar aset keuangan atau kewajiban keuangan dengan entitas lain dalam kondisi yang berpotensi menguntungkan bagi penerbit.
Jika instrumen tersebut akan atau dapat diselesaikan di saham sendiri perusahaan, bukan merupakan instrumen ekuitas jika saham tersebut digunakan sebagai bentuk “tunai”.

SAHAM BIASA (COMMON STOCK)
Pemegang saham biasa memiliki resiko yang lebih besar. Namun mereka juga dapat memperoleh pengembalian yang lebih tinggi pula dari investasi mereka. Ada hak-hak yang dimiliki oleh pemegang saham biasa di antaranya ialah:
• Memberikan suara dalam pemilihan direksi dan menetukan kebijakan tertentu perusahaan misal rencana kompensasi manajemen atau akuisisi perusahaan besar.
• Memelihara proporsi kepemilikan saham dalam perusahaan melalui pembelian saham biasa tambahan jika dan ketika saham tersebut diterbitkan

Saat ini, kebanyakan saham mempunyai nilai nominal atau tidak mempunyai nilai nominal sama sekali. Saham yang tidak ada nilai nominalnya kadang mempunyai nilai yang dinyatakan (stated value), yang berfungsi seperti nilai nominal untuk tujuan pelaporan keuangan.

SAHAM PREFEREN (PREFERRED STOCK)
Saham preferen itu merupakan bahwa pemegang saham preferen melepaskan berbagai hak kepemilikan guna mendapatkan beberapa perlindungan yang biasanya dinikmati kreditor. Saham preferen ini memiliki perlindungan (hak istimewa) dibandingkan saham biasa yaitu:
• Preferensi dividen tunai, pemegang saham preferen berhak untuk menerima seluruh dividen tunai sebelum dividen tunai tersebut dibagikan ke pemegang saham biasa.
• Preferensi sebelum dilikuidasi,jika perusahaan pailit, pemegang saham pemegang saham preferen di dahulukan dalam pengembalian investasi sepenuhnya.
Preferensi saham memberikan contoh perbedaan antara kewajiban keuangan (non kumulatif) dan ekuitas (kumulatif) yang dibuat (IAS 32). Penerbit harus mempertimbangkan apakah memiliki kewajiban kontraktual untuk mentransfer uang tunai atau aset keuangan lainnya bagi pemegang saham.

Sebagai contoh, jika menurut ketentuan atas mengeluarkan saham preferensi wajib diuangkan pada tanggal tertentu, perusahaan penerbitan memiliki seperti kewajiban kontraktual. Bagian preferensi karena itu akan menjadi kewajiban keuangan, bukan instrumen ekuitas.

Jika saham preferensi non-diuangkan, tetapi perusahaan tersebut memiliki kewajiban kontraktual untuk membayar dividen lagi akan menjadi kewajiban keuangan. Namun, jika pembayaran dividen adalah semata-mata pada pertimbangan direksi (baik atau tidak dividen yang belum dibayar menumpuk), tidak ada kewajiban kontraktual untuk melakukan pembayaran dan saham preferensi akan diklasifikasikan sebagai instrument ekuitas.
Apabila suatu saham preferensi diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan, dividen preferensi dibayarkan akan ditampilkan sebagai “bunga” dalam laporan Pendapatan perusahaan mempengaruhi perlakuan pajak atas dividen tersebut.

SENYAWA INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan derivatif Compound adalah instrumen keuangan non yang baik kewajiban dan komponen ekuitas. Sesuai dengan substansi pengaturan kontrak, IAS 32 memerlukan komponen bagian harus dicatat dan disajikan secara terpisah sebagai kewajiban keuangan, aset keuangan atau instrumen ekuitas.

Misalnya, obligasi konversi oleh pemegang ke jumlah tetap saham biasa dari perusahaan penerbitan adalah instrumen keuangan majemuk.

Dari perspektif penerbit, seperti alat terdiri dari dua komponen:
1. Sebuah kewajiban keuangan (suatu perjanjian kontraktual untuk memberikan kas atau aset keuangan lain)
2. Instrumen ekuitas (call option memberikan pemegang hak, untuk jangka waktu tertentu, dikonversi ke dalam jumlah tetap saham biasa dari perusahaan).
Pengaruh ekonomi seperti menerbitkan suatu instrumen secara substansial sama dengan menerbitkan instrumen utang dengan waran jual beli saham dilepas,. Dengan demikian dalam semua kasus, perusahaan menyajikan kewajiban dan komponen ekuitas secara terpisah pada neraca.

AKUNTANSI UNTUK INSTRUMEN KEUANGAN MAJEMUK (COMPOUND FINANCIAL INSTRUMENTS)
Perpecahan antara kewajiban dan komponen ekuitas instrumen keuangan senyawa dilakukan pada masalah dan tidak kemudian direvisi, bahkan ketika pelaksanaan opsi konversi menjadi lebih mungkin.
Diakui secara terpisah komponen-komponen instrument keuangan:
1. Menimbulkan kewajiban bagi entitas
2. Memberikan opsi bagi pemegang instrument untuk mengkonversi instrument tersebut menjadi instrument entitas dari entitas yang bersangkutan.
Perusahaan harus pada pengakuan awal:
• mengukur nilai wajar instrumen senyawa secara keseluruhan
• mengukur nilai wajar komponen kewajiban, dan
• memberikan nilai pada komponen ekuitas oleh dikurangi dari nilai wajar instrumen sebagai jumlah keseluruhan ditentukan secara terpisah untuk komponen kewajiban.

Tidak ada keuntungan atau kerugian yang timbul pada pengakuan awal.
Selanjutnya, komponen kewajiban diukur dalam biaya, dengan perubahan yang terjadi melalui dan rekening rugi laba. Pada konversi suatu konversi, perusahaan derecognises komponen kewajiban dan mengenalinya sebagai ekuitas. Komponen ekuitas awal, tetap sebagai ekuitas (walaupun dapat dipindahkan dari satu item baris dalam ekuitas yang lain). Tidak ada keuntungan atau kerugian atas konversi pada saat jatuh tempo.

BUNGA, DIVIDEN, KERUGIAN DAN KEUNTUNGAN
Bunga, dividen, keuntungan, dan kerugian yang berhubungan dengan instrumen diklasifikasikan sebagai kewajiban, harus dilaporkan dalam laporan laba rugi. Ini berarti bahwa pembayaran dividen saham preferen diklasifikasikan sebagai kewajiban diperlakukan sebagai biaya. Di sisi lain, distribusi (seperti dividen) untuk pemegang instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai ekuitas harus dibebankan ke ekuitas, bukan terhadap laba.
Distribusi kepada pemegang saham instrument ekuitas didebit oleh entitas secara langsung pada ekuitas setelah dikurangi manfaat pajak penghasilan yang terkait.
Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas seain biaya penerbitan instrument ekuitas yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan badan usaha dicatat sebagai pengurang ekuitas, setelah dikurangi manfaat pajak.

PERBEDAAN PSAK DAN IFRS 39
1. Ruang Lingkup
a. Tidak diterapkan dalam rangka restrukturisasi kredit, investasi dana pension kecuali pengukuran nilai wajar untuk investasi yang diukur dengan nilai wajar
b. Tidak diperkenankan penerapan untuk bagian partisipasi dalam pengendalian entitas bersama
c. Diterapkan untuk investasi pada investasi pada investee yang tidak memenuhi criteria penggunaan metode ekuitas tetapi memiliki nilai wajar.
2. Menggantikan transaksi dalam mata uang asing, akunyansi asuransi jiwa dan perbankan, perusahaan efek, anjak piutang dan investasi efek tertentu

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: