Michaelorstedsatahi’s Blog

August 3, 2009

NAPOCOR

Filed under: ekonomi — Tags: , , , — michaelorstedsatahi @ 3:47 am

Privatisasi NAPOCOR

NAPOCOR adalah perusahaan listrik milik Negara Filipina yang mengalamo kerugian yang cukup besar. Rakyat Filipina terkena imbas dari kerugian tersebut,sehingga pemerintah berfikir untuk menyelesaikan masalah NAPOCOR. Salah satu usulan dari penyelesaian masalah tersebut adalah Privatisasi.

Privatisasi adalah pengubahan status kepemilikan pabrik-pabrik, badan-badan usaha, dan perusahaan-perusahaan, dari kepemilikan negara atau kepemilikan umum menjadi kepemilikan individu atau swasta.

Terkait masalah defisit yang dialami NAPOCOR, yang dikhawatirkan akan semakin buruk dan merugikan masyarakat maka untuk mengantisipasi peluang dan ancaman tersebut, NAPOCOR harus mempersiapkan diri dengan menghasilkan listrik dengan kapasitas yang memadai , kualitas yang baik, dengan harga yang kompetitif. Dengan bermodalkan kemampuan di bidang keuangan saja, belum cukup memberikan jaminan bahwa NAPOCOR akan mampu bertahan hidup dan melayani masyarakat. NAPOCOR harus mampu menjaring dan melayani konsumen dengan kualitas pelayanan yang lebih baik. NAPOCOR harus mampu memanfaatkan teknologi yang tepat untuk menciptakan produk yang berkualitas baik. Dengan teknologi tersebut, NAPOCOR harus mampu menciptakan proses bisnis internal yang efisien agar dapat menghasilkan produk dengan harga yang bersaing. Dan yang tidak kalah pentingnya, para karyawan NAPOCOR harus memiliki motivasi yang kuat untuk selalu mengupgrade diri dan meningkatkan kemampuan mereka, sejalan dengan perkembangan teknologi yang digunakan. Menurut Purwoko, SE, MBA bahwa perusahaan akan sehat dan stabil apabila dapat memenuhi dan menjalankan suatu system kendali yang disebut Balance Scorecard.

Balanced scorecard merupakan kerangka kerja komprehensif untuk menerjemahkan visi dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang terpadu, yang tersusun dalam empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.5 Balanced scorecard bukan hanya dipakai sebagai sistem pengendalian, tetapi juga dipakai sebagai sarana untuk mengartikulasikan misi dan strategi bisnis, untuk mengkomunikasikan strategi bisnis, serta menyelaraskan berbagai inisiatif perorangan, unit kerja, dan perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Ukuran kinerja keuangan memberikan petunjuk apakah strategi organisasi serta implementasinya mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan pendapatan keuangan organisasi. Keberhasilan organisasi dalam perspektif keuangan dapat diukur antara lain dengan mengukur tingkat laba operasi, return on capital employed (ROCE), atau economic value added. Perspektif pelanggan memberikan identifikasi pelanggan dan segmen pasar yang dituju oleh organisasi. Berbagai ukuran dapat digunakan untuk mengetahui keberhasilan organisasi, antara lain kepuasan pelanggan, retensi pelanggan, perolehan pelanggan baru, profitabilitas pelanggan, dan pangsa pasar di segmen sasaran.

Dalam perspektif proses bisnis internal perlu diidentifikasi proses internal penting yang harus dikuasai oleh organisasi, yang akan berdampak besar kepada kepuasan pelanggan serta pencapaian tujuan finansial organisasi. Proses bisnis internal yang efisien dapat dicapai dengan memanfaatkan teknologi yang tepat dan dioperasikan oleh karyawan yang memiliki kemampuan dan kemauan kerja yang memadai. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mengidentifikasi infrastruktur yang harus dibangun perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan dan peningkatan kinerja jangka panjang. Hal ini dapat dicapai melalui proses pembelajaran karyawan yang berkesinambungan, serta pemanfaatan teknologi yang tepat dalam proses bisnis internal.

Dengan adanya privatisasi, diharapkan NAPOCOR mampu menjalani Balance scorecard, yaitu kondisi keuangan yang baik, memuaskan pelanggan dengan memproduksi listrik yang baik kapasitasnya dan dapat menjualnya dengan harga yang kompetitif, dikelola dengan efektif dan efisien, serta perkembangan dan pertumbuhan yang baik melalui inovasi teknologi baru. Privatisasi juga mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut :

1. Mengurangi beban keuangan pemerintah Filipina dikarenakan pemerintah mengurangi biaya penyertaan modal untuk NAPOCOR, sehingga dapat dialihkan pada sector pendanaan lain yang bersifat divestasi.
2. Karena perusahaan dijalankan secara professional dan profitable layaknya perusahaan swasta lain, maka hal ini akan mendorong perusahaan untuk mendapatkan untung yang maksimal dan memberikan pelayanan yang maksimal juga.
3. Mengurangi campur tangan birokrasi yang mencegah terjadinya Korupsi.
4. Mendukung pengembangan pasar modal Filipina, karena akan menarik investor untuk membeli saham NAPOCOR.

Selain itu, privatisasi tidak akan menjual seluruhnya saham yang dipegang, sehingga pemerintah masih tetap mendapatkan profit, baik dari keuntungan dividen maupun keuntungan pajaknya.

NAPOCOR perlu diprivatisasi karena NAPOCOR dinilai kurang sehat dan memerlukan penyehatan berupa restrukturisasi maupun privatisasi.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: